Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan penanganan ruas jalan Bondokodi–Waitabula di Kabupaten Sumba Barat Daya rampung Desember 2026. Progres pengaspalan ruas sepanjang paket long segment itu baru mencapai 22,35 persen dengan nilai kontrak Rp8,39 miliar.
KUPANG — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi NTT Benyamin Nahak menyatakan pekerjaan fisik ruas Bondokodi–Waitabula berjalan sesuai jadwal kontrak. Pelaksana proyek adalah CV Laksman, dengan pengawasan konsultan supervisi PT Dwipa Mitra.
Penanganan ruas tersebut masuk dalam skema long segment, yakni penggabungan beberapa segmen pekerjaan jalan dalam satu paket untuk menekan waktu dan biaya. Nilai kontraknya Rp8,39 miliar.
Benyamin menyebut capaian pengaspalan saat ini masih di bawah seperempat total pekerjaan. Meski begitu, ia menilai sisa waktu hingga Desember 2026 cukup untuk menuntaskan seluruh tahapan.
"Progres fisik pekerjaan saat ini telah mencapai 22,35 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal kontrak pada Desember 2026," katanya di Kupang.
Dinas PUPR belum merinci berapa kilometer panjang ruas yang dikerjakan maupun jumlah titik kritis yang diperbaiki. Yang jelas, ruas ini menghubungkan kawasan Bondokodi dan Waitabula di Sumba Barat Daya.
Perbaikan jalan diproyeksikan memperlancar mobilitas warga serta distribusi barang dan jasa dari dan menuju sejumlah wilayah di Sumba Barat Daya. Selama ini, kualitas jalan yang buruk sering dikeluhkan warga karena memperlama waktu tempuh dan menaikkan ongkos angkut.
Peningkatan kualitas jalan juga diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik. Aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan yang dilalui ruas tersebut ikut terdorong.
Benyamin menjelaskan, Gubernur NTT Melki Laka Lena menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, penanganan jalan dilakukan bertahap dengan memperhatikan perencanaan, ketentuan teknis, dan kebutuhan konektivitas antarwilayah.
Pemprov NTT terus mendorong peningkatan kualitas jaringan jalan, termasuk di Pulau Sumba. Tujuannya agar aksesibilitas masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi didukung infrastruktur yang memadai.
Ruas Bondokodi–Waitabula menjadi salah satu dari sejumlah paket jalan yang dikerjakan tahun ini. Warga di sekitar ruas berharap pengaspalan tidak molor dari jadwal, mengingat kondisi jalan kerap rusak saat musim hujan tiba.