NUSA TENGGARA TIMUR — Babinsa Koramil 0819/17 Pasrepan, Sertu M. Amin Edy S., menghadiri Rembuk Stunting di Balai Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Lewat forum ini, warga diajak lebih peduli pada pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan.
Pencegahan stunting di Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, melibatkan lebih dari sekadar tenaga kesehatan. Pemerintah desa, kader posyandu, dan aparat kewilayahan duduk bersama dalam forum Rembuk Stunting yang digelar di Pendopo Balai Desa Sibon.
Forum ini menjadi ruang koordinasi untuk membahas langkah konkret penanganan stunting di tingkat desa. Fokusnya jelas: memastikan setiap anak mendapat asupan gizi yang cukup dan tumbuh kembangnya terpantau sejak dini.
Stunting bukan sekadar soal tinggi badan anak yang kurang. Kondisi ini berdampak pada perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan produktivitas anak di masa depan. Karena itu, pencegahan harus dimulai jauh sebelum anak lahir.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat pemahaman soal pemenuhan gizi, pola hidup sehat, dan cara memantau tumbuh kembang anak. Peran keluarga dan masyarakat juga jadi sorotan utama.
Sertu M. Amin Edy S. menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, Babinsa, dan warga punya peran masing-masing yang saling melengkapi.
"Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Kami sebagai Babinsa siap mendukung setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting di wilayah Desa Sibon," ujar Sertu Amin Edy.
Ia juga mengajak orang tua untuk tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila menemukan masalah pada tumbuh kembang anak. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula penanganannya.
"Dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, diharapkan berbagai permasalahan terkait stunting dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin," tambahnya.
Rembuk Stunting diharapkan menghasilkan langkah nyata yang bisa langsung diterapkan di Desa Sibon. Kolaborasi semua unsur menjadi kunci menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Bagi ibu muda, forum seperti ini bisa jadi tempat bertanya langsung soal gizi anak, jadwal imunisasi, atau cara mengukur pertumbuhan si kecil. Manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan informasi yang tepat dari tenaga kesehatan.
Ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan: berat badan anak tidak naik dalam beberapa bulan, anak sering sakit, atau tinggi badannya jauh di bawah anak seusia. Jangan tunggu sampai muncul masalah yang lebih serius.
Bawa anak ke posyandu atau puskesmas terdekat untuk pemeriksaan rutin. Kader dan tenaga kesehatan bisa membantu memantau pertumbuhan anak sekaligus memberi saran soal asupan gizi yang sesuai.
Kesadaran warga Desa Sibon terhadap pentingnya gizi dan kesehatan anak diharapkan terus meningkat lewat forum semacam ini. Pencegahan stunting yang dilakukan bersama-sama akan lebih berdampak dibanding upaya yang berjalan sendiri-sendiri.