NUSA TENGGARA TIMUR — Jalur pendakian Gunung Rinjani via Senaru, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kembali dibuka mulai Sabtu (3/10) setelah sebelumnya ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan. Pembukaan kembali jalur ini dilakukan setelah tim gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan api telah padam dan kawasan dinilai aman bagi pendaki. Tiket pendakian kini bisa dipesan kembali melalui aplikasi E-Rinjani.
Kebakaran yang terdeteksi sejak 22 September sempat melanda Bukit Setampol dan Puncak Sangkareang di kawasan TNGR. Api menghanguskan lahan seluas 1.098,75 hektare, memaksa penutupan total jalur Senaru dan Torean.
Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, menyatakan pembukaan jalur Senaru dilakukan setelah assessment mandiri bersama tim gabungan. Kawasan dipastikan sudah padam sebelum pendaki diizinkan kembali masuk.
Selain Senaru, empat jalur lain kini beroperasi normal: Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik. Artinya, lima dari enam pintu pendakian Rinjani sudah bisa dilalui pendaki.
Jalur Torean masih ditutup karena beberapa area terdampak kebakaran belum selesai diperbaiki. Balai TNGR akan melakukan pemeliharaan jalur terlebih dahulu sebelum membuka kembali akses tersebut.
"Kalau jalur Torean masih tutup. Ada beberapa lokasi terkena dampak kebakaran, jadi akan kami perbaiki atau lakukan pemeliharaan jalur terlebih dahulu," ujar Astekita.
Pemesanan tiket pendakian Rinjani dilakukan melalui aplikasi E-Rinjani. Sebelumnya, sistem booking dibuka secara terbatas selama masa penutupan jalur.
"Aplikasi E-Rinjani telah dibuka untuk booking online. Sebelumnya dilakukan pembukaan secara terbatas, sekarang pembukaan pendakian telah normal kembali," kata Astekita.
Calon pendaki disarankan memesan tiket lebih awal, terutama untuk akhir pekan, karena kuota harian jalur Senaru kerap penuh saat musim pendakian ramai.
Meski api dinyatakan padam, pendaki tetap perlu waspada terhadap kondisi medan pasca kebakaran. Beberapa titik di jalur Senaru berpotensi memiliki tanah gundul dan risiko longsor ringan saat hujan turun.
Pendaki juga diminta tidak menyalakan api unggun di sepanjang jalur, mengingat kawasan TNGR baru saja mengalami karhutla yang menghanguskan lebih dari seribu hektare.
Durasi ideal pendakian Rinjani via Senaru adalah tiga hari dua malam untuk mencapai puncak dan Danau Segara Anak. Pastikan jadwal keberangkatan Anda sudah menyesuaikan status jalur yang dibuka, terutama jika berencana turun melalui Torean yang masih dalam perbaikan.
Artikel ini telah naik di detikBali.