NAGEKEO — Kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (3/10/2026).
Sebelum meninggal, Gonzalo sempat memantau pekerjaan perbaikan jalan rusak di ruas jalan Aemali-Danga, Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa. Pekerjaan itu dikerjakan warga dengan metode rabat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nagekeo, Remigius Jago, menuturkan bahwa Gonzalo mendampingi warga yang bergotong royong memperbaiki jalan. "Beliau kemarin monitor masyarakat yang kerja perbaikan jalan yang rusak dengan menggunakan rabat," ungkap Remigius.
Dalam perjalanan kembali, kondisi Gonzalo mendadak memburuk. Dia tak sadarkan diri di dalam mobil. Sopir yang membawa Gonzalo langsung memacu kendaraan menuju puskesmas terdekat.
"Beliau tidak sadar saat dalam mobil ketika mau pulang kembali sehingga sopir pacu mobil langsung Puskesmas Kota dan lanjut ke RS," ujar Remigius.
Setibanya di RSUD Aeramo, Gonzalo langsung ditangani tim medis di instalasi gawat darurat. Dokter spesialis anestesi dan spesialis penyakit dalam dikerahkan untuk memberikan pertolongan.
Upaya penyelamatan berlangsung sekitar setengah jam. Direktur RSUD Aeramo, Chandrawati Saragih, menyatakan tim dokter sudah berusaha maksimal. "Berusaha diupayakan yang terbaik supaya bisa tertolong, ternyata jam 20.10 WITA dinyatakan meninggal," kata Chandrawati.
Penyebab pasti kondisi Gonzalo yang kritis hingga dilarikan ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Aeramo belum diketahui secara pasti. Chandrawati menduga kuat Gonzalo mengalami serangan jantung. "Kemungkinan besar serangan jantung, saya tanya dulu sama dokternya," ujarnya.
Gonzalo terpilih sebagai Wakil Bupati Nagekeo pada Pilkada 2024, berpasangan dengan Simplisius Donatus. Pasangan Simplisius Donatus dan Gonzalo Gratianus Muga Sada dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025-2030.
Dengan demikian, Gonzalo menjabat Wakil Bupati Nagekeo sekitar satu tahun tujuh bulan sebelum meninggal dunia. Jenazah almarhum rencananya disemayamkan di kediaman duka sebelum proses pemakaman.