ENDE — Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan keterlibatan perguruan tinggi dibutuhkan sejak tahap pendataan dan pemetaan kerusakan. Kampus juga diminta membantu pemulihan sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta ekonomi masyarakat terdampak.
Selain itu, perguruan tinggi diharapkan memperkuat dukungan pendidikan dan layanan psikososial bagi warga korban gempa. Menurut Gubernur, intervensi yang tepat hanya bisa dilakukan jika data lapangan akurat.
"Kita membutuhkan data yang baik agar intervensi pemerintah dan semua pihak tepat sasaran," ujar Gubernur.
Universitas Nusa Cendana telah membentuk Satuan Tugas dan Posko Penanganan Bencana Gempa Flores. Kampus tersebut mengerahkan lima tim ke sejumlah wilayah terdampak.
Dua tim tambahan disiapkan untuk mendukung kegiatan trauma healing dan sekolah lapangan. Undana juga memberikan keringanan kepada mahasiswa asal Flores yang terdampak bencana.
Bentuk dukungan itu berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester. Kebijakan ini menyasar mahasiswa yang keluarganya terdampak langsung gempa.
Solidaritas insan pendidikan diwujudkan melalui bantuan kemanusiaan untuk penanganan dampak bencana. LLDIKTI Wilayah III menyalurkan bantuan sebesar Rp427.241.128.
Kemdiktisaintek memberikan Rp609.766.977. Total bantuan yang dihimpun dari kedua lembaga mencapai Rp1.037.008.105.
Gubernur Melki menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan semangat gotong royong insan pendidikan. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya melalui bantuan darurat.
Kolaborasi berkelanjutan dinilai perlu agar pemulihan sosial, ekonomi, dan pendidikan berjalan terarah serta terukur. Pemprov NTT berharap langkah ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.