NUSA TENGGARA TIMUR — Meta Muse membuktikan diri sebagai AI agent termudah di iPhone untuk urusan pengingat, pantau harga, sampai briefing pagi. Lewat 10 tugas nyata yang diuji langsung, asisten digital Meta ini menang di kemudahan akses dan integrasi aplikasi bawaan. Tapi ada syarat besar: sebagian fitur menuntut akses penuh ke Gmail dan data Health.
Pengujian dilakukan lewat aplikasi Muse di iPhone selama beberapa pekan, mencakup tugas personal dan pekerjaan. Setiap tugas dijalankan dengan prompt spesifik, lalu hasilnya dievaluasi dari sisi konsistensi dan akurasi. Muse disebut sebagai AI agent paling mudah diakses karena langsung menempel di ponsel dan bisa terhubung ke aplikasi yang diberi izin.
Prompt yang dipakai: minta Muse mengirim digest setiap Minggu pukul 12 siang berisi rilis game, novel grafis, dan autobiografi terbaru. Hasilnya membantu memutuskan pembelian mingguan. Penulis mengaku sempat membeli Ace Combat 8: Wings of Theve dan novel grafis Dungeons of Doom dari Marvel yang rilis berdekatan. Sayangnya, tidak ada autobiografi baru yang masuk radar.
Muse diminta memantau item tertentu dan memberi notifikasi saat harga turun di bawah target. Contohnya, alert untuk Blu-ray WWE: Wrestling's Greatest Factions berhasil menemukan salinan di bawah USD 20 dengan gratis ongkir di eBay. Barang datang dalam paket bundel berisi Blu-ray lain yang tidak diinginkan, tapi masih bisa dijual kembali.
Setiap hari kerja, Muse mengirim ringkasan cuaca, agenda dari kalender iPhone, dan berita terbaru seputar gaming, gulat, hip-hop, serta komik. Untuk topik berita, Muse mengarahkan ke situs utama yang membahas lebih detail. Fitur ini berguna untuk memulai hari tanpa harus membuka banyak aplikasi.
Prompt ini mengubah Muse jadi semacam pelatih produktivitas. Setiap malam, Muse menanyakan apa yang sudah selesai, apa yang tertunda, lalu memberi tiga prioritas utama untuk besok. Percakapan dua arah ini membantu menutup hari kerja dan menyiapkan agenda berikutnya.
Muse bisa menarik data langkah kaki, latihan, dan tidur dari aplikasi Health. Pada suatu hari ketika penulis kurang bergerak, Muse mengirim notifikasi sekitar pukul 2 siang. Peringatan itu cukup membuat penulis beranjak dari kursi dan jalan kaki sebentar. Syaratnya, Muse harus diberi izin mengakses Health.
Fitur ini memasang reminder di iPhone, lalu Muse mengecek ulang satu jam sebelum tenggat dan memberi dorongan jika tugas belum selesai. Meski biasanya artikel sudah rampung sebelum Muse mengecek, pengingat tetap membantu menjaga target harian.
Muse dipasang untuk memantau kata kunci "AI" dan mengirim notifikasi hanya saat ada berita benar-benar besar, dicek dua kali sehari. Hasilnya, briefing berita AI biasanya datang pagi dan sore. Kadang Muse juga mengirim notifikasi malam karena berita AI bisa muncul saat penulis tidur.
Dari data tidur, Muse menyimpulkan jam tidur biasa penulis: pukul 10 malam dari Minggu sampai Kamis, dan pukul 4 pagi Jumat-Sabtu. Muse lalu mengingatkan 30 menit sebelum jam tidur agar sesi gaming malam tidak berlarut.
Muse diminta melacak kebiasaan minum air minimal satu galon per hari, dicek setiap pukul 9 malam selama sepekan. Dua hari target tidak tercapai, dan Muse langsung menegur. Fitur ini cocok untuk siapa pun yang butuh akuntabilitas eksternal.
Untuk acara di kalender iPhone yang punya lokasi, Muse mengecek kondisi lalu lintas dan memberi tahu kapan harus berangkat agar tiba 10 menit lebih awal. Saat pesta ulang tahun teman, Muse melaporkan lalu lintas lancar dan penulis tiba 20 menit lebih awal.
Muse paling pas untuk pengguna iPhone yang ingin mencoba AI agent tanpa ribet dan tidak masalah memberi akses ke Gmail serta Health. Untuk yang sensitif soal privasi atau butuh dukungan bahasa Indonesia resmi, sebaiknya tunggu kejelasan ketersediaan lokal. Pengujian ini menunjukkan Muse mampu menangani tugas rutin dengan baik, tapi belum menyentuh kebutuhan yang lebih kompleks di luar pengingat, alert, dan briefing harian.