ROTE NDAO — Tim risk assessment Ditpamobvit Polda NTT menilai kesiapan Sirkuit Mandala dari sisi keselamatan lintasan, keamanan penonton, kesiapan sarana dan prasarana, serta manajemen pengamanan. Penyelenggara diminta segera menindaklanjuti rekomendasi mitigasi risiko yang disampaikan agar potensi bahaya terhadap pembalap, penonton, dan panitia bisa ditekan.
Ketua Tim Risk Assessment Kejurda Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I AKP Jhondry Suryantho mengatakan penilaian dilakukan secara terbuka di hadapan pihak penyelenggara. Hasilnya, kejuaraan dinilai memungkinkan digelar asalkan rekomendasi perbaikan dijalankan.
"Kami memberikan penilaian secara transparan dan profesional di hadapan pihak penyelenggara, dengan nilai final cukup, dan memungkinkan event tersebut diselenggarakan secara baik dan aman," ujar AKP Jhondry, Kamis (1/10/2026).
Empat Aspek yang Jadi Fokus Pemeriksaan
Pemeriksaan lapangan tidak hanya menyorot kondisi fisik lintasan. Tim juga mengevaluasi kesiapan fasilitas pendukung, sistem pengamanan yang disiapkan penyelenggara, hingga potensi ancaman yang bisa muncul selama kejuaraan berlangsung.
Empat aspek yang menjadi perhatian utama adalah keselamatan lintasan, keamanan penonton, kesiapan sarana dan prasarana, serta manajemen pengamanan. Hasil pemeriksaan itu menjadi dasar bagi tim untuk menyusun rekomendasi mitigasi kepada SMRC.
Dalam prosesnya, penyelenggara diberi kesempatan memberikan klarifikasi dan menunjukkan dokumen pendukung untuk melengkapi persyaratan administratif.
Mengapa Risk Assessment Wajib Sebelum Balapan Digelar
AKP Jhondry yang juga menjabat Panit 2 Subdit Wisata Ditpamobvit Polda NTT menyebut risk assessment sebagai tahapan penting dalam olahraga otomotif yang melibatkan pembalap dan penonton. Kegiatan grasstrack, menurutnya, menyimpan sejumlah risiko yang perlu diantisipasi sejak awal.
"Risk assessment ini sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan event-event olahraga yang mengakibatkan atau akan menimbulkan beberapa ancaman atau risiko, baik terhadap pembalap ataupun penonton yang ada di sekitar arena," jelasnya.
Potensi risiko itu tidak hanya soal kondisi lintasan. Keselamatan pembalap dan keamanan penonton di sekitar arena juga masuk dalam penghitungan tim.
Alur Pengajuan Penilaian Risiko ke Kapolda NTT
Proses risk assessment diawali koordinasi antara penyelenggara dan kepolisian. Setelah itu, penyelenggara mengajukan surat permohonan penilaian risiko kepada Kapolda NTT.
Permohonan tersebut mendapat disposisi sebelum tim Ditpamobvit Polda NTT turun langsung ke lokasi. Tim kemudian memeriksa kesiapan fasilitas, sarana dan prasarana, serta sistem manajemen keamanan yang telah disiapkan penyelenggara.
Penilaian risiko ini menjadi langkah preventif kepolisian dalam mendukung penyelenggaraan olahraga otomotif di daerah. Proses serupa juga mendorong penyelenggara memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan secara menyeluruh, bukan sekadar melengkapi administrasi.
Kejurda Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I yang digelar SMRC di Sirkuit Mandala diharapkan berlangsung dengan mengutamakan keselamatan seluruh pihak yang terlibat. Penyelenggara kini memegang daftar rekomendasi mitigasi yang menjadi syarat sebelum kejuaraan dimulai.