Sikka — Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan satu mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kendaraan itu dioperasikan melalui BPBPK NTT untuk melayani kebutuhan air bersih warga di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Pelayanan air bersih dikoordinasikan dengan pihak Kecamatan Palue. Jangkauannya mencakup enam desa terdampak: Nitunglea, Rokirole, Tuanggeo, Ladolaka, Maluriwu, dan Reruwairere.
Mengapa Kekeringan di Pulau Palue Perlu Penanganan Khusus
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut penurunan debit sumber air sebagai penyebab utama kebutuhan dukungan layanan air bersih di wilayah tersebut. Menurutnya, kekeringan menyangkut kebutuhan dasar warga sehari-hari, bukan sekadar berkurangnya pasokan air.
"Kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Karena itu, Kementerian PU memastikan dukungan air bersih dapat segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin, 5 Oktober 2026.
24 Hidran Umum Ditempatkan di Setiap Dusun
BPBPK NTT mengirimkan 24 unit hidran umum dengan kapasitas masing-masing 2.300 liter. Hidran tersebut direncanakan ditempatkan di setiap dusun agar titik pelayanan air bersih lebih dekat dengan permukiman warga.
Langkah itu memperluas jangkauan pelayanan di luar mobil tangki yang lebih dulu beroperasi. Dengan penempatan per dusun, warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mengakses air bersih.
Sinergi Kementerian PU dan Pemkab Sikka
Penanganan kekeringan di Pulau Palue dilakukan melalui sinergi Kementerian PU, Pemerintah Kabupaten Sikka, dan pemerintah kecamatan. Koordinasi diarahkan agar dukungan sarana dan pelayanan air bersih menjangkau masyarakat secara tepat sasaran.
Kementerian PU menyatakan akan terus memantau kondisi dan kebutuhan warga selama penanganan berlangsung. Pemantauan dilakukan bersama pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat terdampak.