ATAMBUA — Pemerintah Kabupaten Belu menggelar Pameran Pangan Lokal 2026 di Alun-Alun Simpang Lima Atambua, Jumat (2/10/2026). Kegiatan bertema "Kreasi Lokal untuk Ketahanan Berkelanjutan" ini menjadi ruang pemasaran bagi hasil pertanian warga serta produk olahan berbahan pangan lokal.
Pembukaan pameran dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTT yang didampingi Wakil Bupati Belu. Turut hadir pimpinan TNI-Polri, Forkopimda, serta pimpinan organisasi perangkat daerah Kabupaten Belu.
Stand UMKM di Alun-Alun Simpang Lima Lebih Tertata
Area Alun-Alun Simpang Lima Atambua dipenuhi berbagai stand UMKM yang ditata lebih rapi dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Pameran ini tidak hanya melibatkan pelaku usaha dari Kabupaten Belu, tetapi juga sejumlah daerah lain di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.
Keragaman peserta membuat produk yang dipamerkan mencakup hasil pertanian segar hingga olahan pangan lokal bernilai tambah. Kehadiran pelaku UMKM lintas daerah itu memperluas jaringan pemasaran bagi usaha kecil di wilayah perbatasan.
Rangkaian Acara Dibuka Laporan Ketua Panitia
Rangkaian acara dimulai dengan laporan ketua panitia, dilanjutkan arahan dari Wakil Bupati Belu dan perwakilan Setda Provinsi NTT. Arahan tersebut menjadi penanda resmi dibukanya pameran bagi pengunjung.
Panggung utama pameran diwarnai berbagai penampilan seni dan musik yang menghibur pengunjung. Keterlibatan kuliner pasar malam Atambua turut menambah keramaian dan semarak kegiatan tersebut.
Pangan Lokal sebagai Fondasi Ketahanan Berkelanjutan
Tema yang diusung menempatkan kreasi olahan pangan lokal sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan berkelanjutan. Produk olahan dari bahan lokal dinilai memberi nilai tambah bagi hasil pertanian warga sekaligus memperkuat ekonomi kampung.
Pameran ini juga menjadi ajang promosi bagi UMKM Belu dan daerah sekitar untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas. Kegiatan berlangsung di pusat kota Atambua sehingga mudah dijangkau warga.