MAUMERE — Kerja sama antara Pemkab Sikka dan Undana Kupang menindaklanjuti nota kesepahaman Tridharma Perguruan Tinggi yang ditandatangani pada 16 Juli 2026. Audiensi di Maumere membahas arah kolaborasi untuk tahun anggaran berikutnya, dengan Bapperida sebagai penghubung agar program selaras dengan dokumen perencanaan daerah.
Bupati Sikka menyebut riset dan program kerja sama perlu diarahkan pada kebutuhan pembangunan daerah. Keterlibatan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) diminta agar setiap kegiatan sinkron dengan Rencana Induk Pembangunan dan Pengembangan (RIPP), Roadmap Pemajuan IPTEK, RPJMD, serta RKPD 2027.
Lima Persoalan Daerah yang Jadi Ruang Kerja Sama
Pemkab Sikka mengidentifikasi sejumlah persoalan yang bisa menjadi fokus kolaborasi dengan perguruan tinggi. Daftar ini menjadi acuan awal penyusunan program bersama:
- Pengentasan kemiskinan
- Pengelolaan sampah
- Penanganan penyakit African Swine Fever (ASF) pada ternak
- Penguatan budaya literasi sekolah
- Pelestarian situs sejarah dan kawasan adat
Subkoordinator Humas Undana Ollien Manggol menyatakan kunjungan tersebut untuk memperkuat tindak lanjut kerja sama yang telah dibangun dengan Pemkab Sikka.
"Kami hadir untuk mengapresiasi hubungan baik yang telah diikat secara resmi melalui MoU pada 16 Juli 2026 lalu, sekaligus membuka ruang diskusi teknis mengenai isu-isu aktual dan peluang kerja sama di tahun 2027," kata Ollien.
Pelatihan Perikanan hingga Penelitian Darah Pisang
Di bidang pertanian dan ketahanan pangan, kedua pihak membahas peluang pelatihan perikanan dan perkebunan. Penelitian penyakit tanaman "Darah Pisang" dan penerapan teknologi pertanian modern masuk dalam daftar pembahasan.
Penanganan ASF juga dibahas dengan dukungan Fakultas Kedokteran Hewan dan Kedokteran (FKKH) Undana. Penyakit ini menjadi persoalan tersendiri bagi peternak di Sikka.
Literasi 15 Menit dan Revitalisasi Sekolah
Bidang pendidikan dan kebudayaan diarahkan pada penguatan budaya membaca selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar. Kerja sama juga mencakup peningkatan literasi dan numerasi, penanaman disiplin, penguatan muatan lokal berbasis bahasa daerah, serta revitalisasi fasilitas sekolah.
Di sektor kesehatan, kolaborasi menyentuh penguatan layanan fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas kesehatan rujukan. Undana berpeluang bekerja sama dengan RSUD dr. T.C. Hillers Maumere dan RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang.
FGD Jadi Langkah Awal Sebelum Program Konkret
Kedua pihak sepakat menyusun perencanaan awal melalui forum diskusi kelompok terarah (FGD). Forum itu melibatkan akademisi Undana dan organisasi perangkat daerah teknis di Kabupaten Sikka.
Melalui FGD tersebut, kerja sama yang telah dibangun diharapkan menghasilkan program konkret dan berdampak bagi masyarakat. Tahap ini menjadi penentu apakah MoU yang diteken pada Juli 2026 berlanjut ke kegiatan yang terukur atau berhenti di tataran dokumen.