Pencarian

Bahlil Buka Opsi Ekspor Listrik RI, Harga Wajib Ditentukan Indonesia

Kamis, 08 Oktober 2026 • 08:50:01 WIB
Bahlil Buka Opsi Ekspor Listrik RI, Harga Wajib Ditentukan Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka opsi ekspor listrik dengan syarat harga ditentukan Indonesia.

NUSA TENGGARA TIMUR — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia membuka opsi ekspor listrik ke negara tetangga dengan satu syarat tegas: harga jual harus ditentukan Indonesia. Pernyataan itu disampaikan di tengah negosiasi yang disebutnya berjalan alot, dengan posisi tawar sebagai pertimbangan utama.

Bahlil menegaskan sumber daya energi yang dimiliki Indonesia harus dikelola dengan kepentingan nasional sebagai pertimbangan utama. Ia menyampaikan hal itu dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10).

"Saya pikir, boleh kita ekspor, yang penting harganya kita tentukan," ujar Bahlil.

Menurutnya, ekspor listrik bisa berjalan selama Indonesia punya posisi tawar dalam menentukan harga. Ia menyinggung soal praktik dagang yang menurutnya kerap tidak seimbang.

"Kalau beli barang, tapi harganya pun kalian tentukan," ujarnya.

Negosiasi Ekspor Listrik Berjalan Alot

Sebelumnya, Bahlil mengungkap alotnya proses negosiasi rencana ekspor listrik ke negara tetangga. Ia menyampaikan hal itu dalam acara Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (22/9) lalu.

Bahlil yang kini juga menjabat Menteri Koordinasi Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menegaskan Indonesia tidak masalah mengekspor listrik karena harus saling membantu.

"Bagi kami Indonesia tidak apa-apa kita ekspor karena kita harus saling membantu," ujarnya.

Harga Tidak Boleh Ditentukan Sepihak

Bahlil mengingatkan harga ekspor tidak boleh ditentukan secara sepihak hanya berdasarkan kemauan masing-masing negara. Kerja sama, katanya, harus saling menguntungkan.

"Kerja sama itu saling menguntungkan, bukan kerja sama itu saling menekan. Tidak boleh. Saya tidak mau seperti itu," ujar Bahlil.

Ia menjelaskan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia pada prinsipnya ingin berkawan dengan semua negara. Perkawanan itu harus dimaknai sebagai bentuk etika baik dengan saling menghargai.

"Jangan coba-coba menekan negara kami. Jangan coba-coba," ujar Bahlil seraya mengangkat satu jari telunjuknya dan menggoyangkannya ke kanan dan kiri sebagai isyarat penolakan keras terhadap segala bentuk penekanan.

Politik Luar Negeri Bebas Aktif Jadi Pegangan

Bahlil mengingatkan Indonesia menganut mazhab politik luar negeri bebas aktif. Ia meminta negara-negara tetangga tetap mengedepankan adat ketimuran dalam bernegosiasi.

Ia mengaku sudah mengetahui cara main mereka terkait penentuan harga listrik ini. Menurut Bahlil, hubungan kekeluargaan tetap harus dijaga tanpa menimbulkan ketersinggungan.

"Saya tahu kalian punya cara-cara main itu. Saya tahu kalian. Saya sebagai orang timur sangat menghargai hubungan kekeluargaan, tapi jangan membuat ketersinggungan sesama keluarga. Itu dampaknya akan kurang bagus," ujar Bahlil.

Arti bagi Pelaku Usaha Energi

Rencana ekspor listrik membuka peluang bagi produsen listrik swasta dan pengembang energi terbarukan di dalam negeri. Namun kepastian harga jual menjadi kunci sebelum kontrak jangka panjang bisa diteken.

Sinyal dari Bahlil menempatkan posisi tawar Indonesia sebagai syarat utama. Artinya, skema harga ekspor kemungkinan tidak mengikuti mekanisme pasar bebas sepenuhnya, melainkan lewat perundingan antarnegara.

Bagi investor sektor ketenagalistrikan, arah kebijakan ini perlu dicermati karena menentukan kelayakan ekonomi proyek transmisi lintas batas yang selama ini menjadi hambatan utama.

Follow www.kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks