Pencarian

Bulog Salurkan 185.699 Ton Jagung Pakan Rp5.000 per Kg

Jumat, 09 Oktober 2026 • 08:49:31 WIB
Bulog Salurkan 185.699 Ton Jagung Pakan Rp5.000 per Kg
Bulog menyalurkan 185.699 ton jagung pakan SPHP hingga 7 Oktober 2026 atau 76,7 persen dari alokasi 241.972 ton.

NUSA TENGGARA TIMUR — Perum Bulog merealisasikan penyaluran jagung pakan program SPHP sebanyak 185.699 ton per 7 Oktober 2026, atau 76,7 persen dari total alokasi 241.972 ton. Percepatan distribusi ditempuh untuk menekan biaya pakan peternak mikro sekaligus menjaga stok menjelang akhir tahun.

Paragraf pembuka: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan percepatan penyaluran menjadi langkah konkret agar peternak mendapat bahan baku pakan dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Bulog mengoptimalkan jaringan distribusi di berbagai wilayah, termasuk memindahkan stok antardaerah lewat mekanisme movement nasional (movenas).

Realisasi SPHP Jagung Capai 76,7 Persen

Dari alokasi sekitar 241.972 ton, penyaluran SPHP jagung telah mencapai 185.699 ton hingga 7 Oktober 2026. Angka itu setara 76,7 persen dari total pagu yang ditetapkan pemerintah.

Penyaluran kepada peternak mikro bergerak lebih cepat lagi. Realisasinya mencapai 112.205.780 kilogram atau 112.205,78 ton, setara 74,71 persen dari pagu 150.171,75 ton.

Harga jagung pakan ditetapkan Rp5.000 per kilogram. Kebijakan itu menyasar ketersediaan bahan baku pakan yang terjangkau bagi peternak, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

151 Koperasi dan 7.553 Peternak Jadi Mitra Distribusi

Program SPHP jagung menjangkau 151 koperasi dan asosiasi peternak dengan total 7.553 peternak di berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran tidak dilakukan langsung ke perorangan, melainkan lewat koperasi dan asosiasi sebagai mitra distribusi.

Mekanisme itu dipilih agar distribusi berlangsung tepat sasaran. Peternak mikro yang menjadi sasaran utama memperoleh pasokan rutin tanpa harus menanggung biaya produksi pakan yang melonjak.

Stok Pemerintah 98.442 Ton, Distribusi Dipercepat ke Empat Provinsi

Persediaan jagung pemerintah per 7 Oktober 2026 tercatat 98.442 ton. Stok itu menjadi modal Bulog menuntaskan penyaluran sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

Meski stok nasional mencukupi, pemerataan distribusi tetap menjadi pekerjaan rumah. Bulog mempercepat pergerakan stok antardaerah, terutama untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Timur, Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Jadi kami tegaskan bahwa peternak tidak perlu khawatir karena secara nasional, stok jagung yang dikelola Bulog sangat memadai untuk memenuhi sisa kebutuhan penyaluran SPHP," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Bulog juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah, koperasi, asosiasi peternak, dan seluruh jajaran wilayah agar sisa alokasi SPHP jagung dapat diselesaikan.

Pengadaan Dalam Negeri Ditargetkan 1 Juta Ton

Di sisi hulu, Bulog menjalankan penugasan pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang bersumber dari produksi petani dalam negeri. Pemerintah menetapkan target pengadaan 1 juta ton pada 2026.

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dipatok Rp5.500 per kilogram di tingkat petani. Untuk jagung yang memenuhi standar kualitas di gudang Bulog, HPP ditetapkan Rp6.400 per kilogram.

Penyerapan dioptimalkan melalui penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan dan jaringan pengadaan di daerah. Tujuannya memberi kepastian pasar bagi petani sekaligus memperkuat cadangan jagung nasional.

Penutup: Kombinasi pengadaan dalam negeri, pengelolaan stok, dan percepatan SPHP diarahkan Bulog untuk menjaga keseimbangan kepentingan petani dan peternak. Fokus itu menguat menjelang momen akhir tahun, terutama periode Natal dan Tahun Baru ketika kebutuhan pakan ternak biasanya meningkat.

Follow www.kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: agrofarm.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks