Pencarian

BMKG Imbau Waspada Banjir Rob di 4 Wilayah Pesisir NTT pada 8-10 Oktober 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 10:51:31 WIB
BMKG Imbau Waspada Banjir Rob di 4 Wilayah Pesisir NTT pada 8-10 Oktober 2026
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga menyampaikan peringatan dini banjir rob di Kupang, Kamis.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga di sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur mewaspadai potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 8-10 Oktober 2026. Peringatan dini ini menyasar pesisir Pulau Flores-Alor, Pulau Sabu-Raijua, Pulau Sumba, serta Pulau Timor-Rote. Pemicu utamanya adalah fenomena fase bulan baru pada 10 Oktober 2026 yang berpotensi menaikkan ketinggian air laut maksimum.

KUPANG — Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga menyampaikan peringatan dini tersebut di Kupang, Kamis. Menurut dia, prediksi pasang surut, kecepatan angin, dan tinggi gelombang memengaruhi dinamika pesisir NTT sehingga memunculkan potensi rob.

"Masyarakat di wilayah terdampak diimbau waspada terhadap potensi fenomena banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi pada 8–10 Oktober 2026 di sejumlah wilayah pesisir di NTT," kata Yandri.

Apa Itu Banjir Rob dan Mengapa Terjadi di NTT

Yandri menjelaskan, banjir pesisir atau rob merupakan peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pantai akibat air laut pasang atau curah hujan tinggi. Kondisi itu membuat wilayah sekitar tergenang air laut.

Fenomena fase bulan baru pada 10 Oktober 2026 menjadi pemicu utama naiknya ketinggian air laut maksimum. BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini yang mulai berlaku sejak Kamis (8/10) hingga Sabtu (10/10).

Empat Wilayah Pesisir yang Berpotensi Terdampak

BMKG merinci sejumlah wilayah pesisir NTT yang perlu meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut:

  • Pesisir Pulau Flores-Alor
  • Pesisir Pulau Sabu-Raijua
  • Pesisir Pulau Sumba
  • Pesisir Pulau Timor-Rote

Keempat kawasan itu memiliki karakteristik pesisir yang rentan terhadap naiknya permukaan air laut saat pasang maksimum.

Aktivitas Warga Pesisir yang Berpotensi Terganggu

Banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir. Kegiatan bongkar muat di pelabuhan bisa terhambat saat air laut naik ke daratan.

Permukiman pesisir, tambak garam, hingga perikanan darat juga masuk dalam daftar sektor yang berisiko terdampak. Warga yang tinggal di kawasan tersebut diminta bersiap mengantisipasi genangan air laut.

Imbauan BMKG dan Layanan Informasi Cuaca Maritim

BMKG meminta masyarakat di wilayah pesisir selalu waspada dan siaga menghadapi dampak pasang maksimum air laut. Warga juga diimbau memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG.

"Masyarakat di wilayah pesisir diimbau untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut serta memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG," ujar Yandri.

Untuk memperoleh informasi cuaca maritim, masyarakat dapat menghubungi layanan pesan singkat BMKG di nomor 0812-1512-2192 atau telepon (0380) 8561910. Informasi juga bisa diakses melalui laman maritim.ntt.bmkg.go.id.

Follow www.kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks