NUSA TENGGARA TIMUR — Angka baru ini diumumkan langsung oleh salah satu pendiri sekaligus CTO Telo, Forest North, melalui sebuah video. North mengungkapkan bahwa kebutuhan pribadinya menjadi titik awal pengembangan kapasitas tarik kendaraan ini. "Pada awalnya, kami menetapkan target untuk bisa menarik beban lebih dari 6.000 pon. Saya punya travel trailer dan ingin memastikan MT1 sanggup menariknya," ujarnya. "Sekarang kami sudah lebih jauh, kami sudah menarik berbagai macam beban dan memahami apa yang kendaraan ini mampu lakukan."
North berargumen bahwa keunggulan utama MT1 terletak pada sistem penggerak listriknya. Pengereman regeneratif menjadi kunci utama. Truk listrik berpenggerak empat roda ini mampu memulihkan energi saat menuruni tanjakan panjang tanpa membuat rem cepat aus. "Kami bisa melakukan regenerasi berkilo-kilometer saat melewati tanjakan, tanpa menyentuh pedal rem, namun tetap memiliki kontrol penuh atas kendaraan dan trailer," jelas North.
Dari sisi mesin, torsi instan dari motor listrik ganda bertenaga 500 hp membuat MT1 tidak kesulitan saat start di tanjakan. Masalah panas yang kerap menjadi momok truk diesel bermuatan berat juga tidak terlalu berpengaruh pada motor listrik. Selain itu, posisi hitch yang dekat dengan poros belakang menciptakan tuas yang lebih pendek, sehingga beban lidah trailer tidak mengangkat bagian depan kendaraan. Telo juga menegaskan MT1 memiliki bobot lebih dari 4.000 pon dengan sasis baja yang kokoh.
Kenaikan kapasitas tarik ini bukan tanpa tujuan. Telo menyasar gelombang baru trailer listrik yang dilengkapi baterai dan motor sendiri. Sebelumnya, pada Juli lalu, MT1 berhasil menarik trailer listrik Pebble Flow seberat 5.800 pon. Trailer dengan sistem propulsi aktif ini mampu mengurangi beban efektif pada kendaraan penarik.
North menyebut banyak trailer berteknologi serupa yang hadir dalam rentang bobot 6.000 hingga 8.000 pon. Kapasitas baru ini membuat MT1 menjadi opsi yang realistis untuk menariknya. Dukungan pengisian daya 400 kW juga menjadi sinyal bahwa sistem kelistrikan MT1 sanggup menyerap energi regeneratif dalam jumlah besar saat menuruni bukit.
Jika dibandingkan dengan pikap listrik ukuran penuh, angka 8.000 pon mungkin terdengar kecil. Namun, yang membuat angka ini impresif adalah ukuran MT1 yang hanya 152 inci—jauh lebih pendek dari kompetitornya. Berikut posisi MT1 di antara para pesaingnya:
Sebagai perbandingan, Ford F-150 berbahan bakar bensin versi dasar dengan mesin 2.7L V6 memiliki kapasitas tarik sekitar 8.400 pon. Artinya, MT1 yang berukuran hampir empat kaki lebih pendek dan ribuan pon lebih ringan ini kini setara dengan truk ukuran penuh versi entry-level. Semua itu ditawarkan dengan harga mulai dari US$ 41.520 atau sekitar Rp 664 juta (kurs Rp 16.000).
North sendiri blak-blakan soal batasan kendaraannya. Untuk perjalanan jarak jauh, truk diesel ukuran besar tetap menjadi pilihan terbaik. Namun untuk rute pendek, MT1 menawarkan kepraktisan yang tidak dimiliki truk besar: mudah diparkir namun tetap sanggup menarik beban berat.
Telo menargetkan pengiriman pertama MT1 pada akhir 2026. Pikap mungil ini mengusung kabin untuk lima penumpang dengan bak belakang fleksibel yang bisa memanjang dari 60 hingga 96 inci. Tersedia dua pilihan baterai: paket standar 77 kWh dengan jarak tempuh 260 mil, atau paket jarak jauh 106 kWh yang mampu menempuh lebih dari 350 mil dalam sekali pengisian.