NUSA TENGGARA TIMUR — Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar Games, menyebut jumlah pre-order Grand Theft Auto VI (GTA 6) mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh CEO Take-Two, Strauss Zelnick, dalam earnings call perusahaan belum lama ini.
Zelnick menegaskan bahwa antusiasme terhadap GTA 6 sudah terlihat sejak periode pre-order dibuka pada akhir Juni lalu. "Tidak ada yang pernah melihat hal seperti ini sebelumnya, baik di Take-Two maupun di industri ini," ujarnya.
Meski enggan membeberkan angka pasti penjualan, Zelnick menyebut level pre-order yang masuk "belum pernah terjadi sebelumnya dan mencengangkan." Ia juga mengaku bersyukur atas respons luar biasa dari komunitas gamer global, termasuk Indonesia yang dikenal sebagai salah satu pasar game terbesar di Asia Tenggara.
Namun, Zelnick memberi catatan penting. "Sejujurnya, kami belum menjual satu unit pun. Pre-order bisa dibatalkan," katanya. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa antusiasme awal tidak selalu berbanding lurus dengan angka penjualan akhir.
Take-Two juga kembali menegaskan bahwa GTA 6 tidak mengalami penundaan jadwal. Game ini tetap akan meluncur pada 19 November mendatang. Keputusan menetapkan harga USD 80 (sekitar Rp 1,3 juta) untuk edisi standar juga dipertahankan, dengan klaim bahwa angka tersebut adalah "nilai yang fenomenal" bagi pemain.
Kebijakan harga ini sempat memicu perdebatan di komunitas, terutama karena menembus standar AAA yang biasanya dipatok di angka USD 70. Namun, Take-Two tampaknya percaya diri dengan posisi GTA 6 sebagai produk premium yang mampu menarik minat pasar.
Zelnick menutup pernyataannya dengan nada hati-hati. "Kabar sejauh ini sangat bagus, kami sangat bersemangat. Namun kami tetap realistis dan paling banter, optimis dengan waspada. Kami biarkan sampai game itu benar-benar rilis," jelasnya.
Bagi pemain Indonesia yang sudah menabung sejak awal, 19 November akan menjadi tanggal yang dinantikan. Pertanyaan besarnya sekarang: apakah antusiasme pre-order ini akan berubah menjadi rekor penjualan hari pertama yang sesungguhnya?