NUSA TENGGARA TIMUR — SpaceXAI kembali memperbarui lini model bahasa besarnya. Setelah mengakuisisi Cursor pada Juni lalu dan merilis Grok Bot untuk iPhone dan Mac pekan ini, perusahaan kini mengenalkan Grok 4.6 sebagai andalan baru untuk tugas-tugas kompleks. Klaim utamanya: kecerdasan setara model termahal OpenAI dan Anthropic, tapi dengan banderol yang lebih bersahabat.
Berdasarkan pengumuman resmi SpaceXAI, Grok 4.6 mencetak skor 61 pada Artificial Analysis Intelligence Index. Angka ini sama persis dengan GPT-5.6 Sol pada level penalaran maksimumnya, dan hanya terpaut satu poin dari Claude Fable 5 Max.
Dibandingkan pendahulunya, Grok 4.5, peningkatannya terlihat di semua metrik evaluasi yang diuji. SpaceXAI menyebutkan kenaikan signifikan terjadi pada tolok ukur CursorBench untuk kemampuan coding, FrontierCode, APEX-Agents, dan Terminal-Bench.
SpaceXAI merancang Grok 4.6 bukan sekadar chatbot biasa. Model ini diklaim mampu bertahan pada satu tugas dalam banyak langkah tanpa kehilangan konteks, bekerja melalui codebase yang belum pernah dikenalnya, dan yang terpenting, menguji hasil kerjanya sendiri sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Ini adalah kemampuan krusial untuk agen AI yang berjalan otomatis dalam waktu lama.
Peningkatan performa ini disebut berasal dari tiga faktor: durasi pelatihan tambahan yang lebih panjang, data engineering yang lebih kuat, dan perluasan reinforcement learning yang difokuskan khusus pada coding dan pekerjaan pengetahuan.
Grok 4.6 sudah bisa diakses hari ini melalui beberapa kanal. Pengguna dapat mencobanya lewat Cursor, Grok Build, API resmi SpaceXAI, OpenRouter, Vercel, dan Cloudflare.
Soal harga, API dibanderol mulai USD 2 per juta token input dan USD 6 per juta token output. Jika memakai kurs estimasi Rp 16.500 per dolar AS, biaya input sekitar Rp 33.000 per juta token. Ada juga versi lebih cepat dengan tarif dua kali lipat, yakni USD 4 untuk input dan USD 12 untuk output.
Kabar baik bagi pengguna Cursor dan Grok Build: mereka mendapat jatah pemakaian Grok 4.6 dua kali lipat selama pekan pertama peluncuran. Langkah ini tampaknya menjadi strategi SpaceXAI untuk menarik pengembang agar segera beralih dari model kompetitor.
Rilis Grok 4.6 ini bukan peristiwa tunggal. Ia adalah bagian dari rangkaian gerakan SpaceXAI dalam sebulan terakhir untuk memperbaiki reputasi Grok yang sempat diragukan. Akuisisi Cursor pada Juni menjadi fondasi, disusul perilisan Grok Bot untuk perangkat Apple pekan ini, dan kini model inti yang lebih mumpuni.
Dengan harga yang lebih rendah dari GPT-5.6 Sol dan Claude Fable 5, Grok 4.6 menyasar pengembang dan perusahaan yang membutuhkan kemampuan AI kelas atas tapi punya anggaran terbatas. Bagi pengguna individu di Indonesia yang ingin mencoba, akses termudah adalah melalui OpenRouter atau menunggu ketersediaannya di platform lain yang lebih populer secara lokal.
Untuk saat ini, Grok 4.6 tampaknya menjadi pilihan paling rasional bagi mereka yang butuh performa coding dan agen AI tanpa harus membayar mahal. Namun, perlu diingat bahwa klaim skor kecerdasan masih berdasarkan pengujian internal dan Artificial Analysis, bukan evaluasi independen yang lebih luas.