Lomba Bertutur SD se-Kabupaten Sikka Angkat Cerita Rakyat dan Kearifan Lokal, SDI Gere Juara Pertama

Penulis: Jauhari Lubis  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:21:31 WIB
Ratusan pelajar sekolah dasar mengikuti Lomba Bertutur yang mengangkat cerita rakyat, sejarah, dan kearifan lokal di Kabupaten Sikka.

MAUMERE — Ratusan pelajar sekolah dasar di Kabupaten Sikka unjuk kebolehan dalam Lomba Bertutur yang mengangkat cerita rakyat, sejarah, dan kearifan lokal daerah. Kegiatan yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka ini menjadi salah satu upaya menanamkan budaya membaca sejak usia dini.

Viktor Nekur, pemerhati budaya yang duduk di kursi dewan juri, mengatakan lomba ini memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berbicara sekaligus menumbuhkan keberanian tampil di depan umum. Menurutnya, cerita-cerita yang dibawakan peserta membuktikan bahwa kekayaan budaya Sikka bisa menjadi bahan pembelajaran yang menarik bagi generasi muda.

SDI Gere Juara Pertama dengan Cerita "Du'a Toru"

Setelah melalui penilaian ketat, SDI Gere berhasil membawa pulang gelar juara pertama lewat cerita berjudul "Du'a Toru". Posisi runner-up ditempati SDI Paga yang membawakan kisah tentang Frans Seda, sementara juara ketiga diraih SDI Koting yang juga membawakan cerita "Du'a Toru".

Dewan juri juga memberikan penghargaan khusus kepada peserta dengan keunggulan tersendiri. SDI Wairklau menerima penghargaan Favorit Bunda Literasi Kabupaten Sikka, SDI Wairhubing meraih Favorit Unsur Akademisi, dan MI Al-Muhajirin Perumnas mendapatkan Favorit Unsur Pemerhati Budaya.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian, kreativitas, dan kemampuan peserta dalam mengangkat nilai-nilai literasi serta budaya lokal Sikka.

Menumbuhkan Generasi Sikka yang Literatif

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan budaya literasi sejak usia sekolah. Ia menekankan bahwa anak-anak tidak hanya diarahkan untuk gemar membaca, tetapi juga mampu memahami, mengolah, dan menyampaikan kembali informasi secara kreatif.

Awales berharap para pendamping, guru, dan pihak sekolah terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasi, seni bertutur, serta kecintaan terhadap budaya lokal. Dengan berakhirnya lomba ini, semangat bertutur dan budaya membaca di kalangan pelajar SD/MI di Kabupaten Sikka diharapkan semakin tumbuh.

"Ini menjadi bagian dari gerakan membangun generasi Sikka yang literatif, kreatif, percaya diri, serta mencintai budaya daerahnya," ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi cerita rakyat dan sejarah lokal sebagai sumber bacaan yang relevan bagi pendidikan karakter di tingkat dasar. Melalui pendekatan budaya, pembelajaran literasi diharapkan terasa lebih dekat dengan keseharian pelajar di Kabupaten Sikka.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top