LARANTUKA — Ramli, pria asal Kampung Haji, Kelurahan Bardao, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, diketahui terjatuh saat hendak menyeberang ke kapal di Dermaga Timur Pelabuhan Larantuka. Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 01.00 Wita.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Larantuka, Desmon Saterdi Menno, membenarkan kejadian tersebut. "Status ditemukan meninggal dunia," ujarnya saat dikonfirmasi.
Setelah korban dilaporkan jatuh, petugas dari UPP Kelas II Larantuka bersama Polsek Kesatuan Pengamanan Kawasan Pelabuhan (KP3) Larantuka dan kru KM Nurul Hikmah 02 langsung bergerak ke lokasi. Proses pencarian dan evakuasi dilakukan di sekitar perairan Dermaga Timur.
Jenazah Ramli kemudian berhasil ditemukan dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Hendrikus Fernandez Larantuka untuk penanganan lebih lanjut.
Direktur RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka, Gregorius Bato Koten, menyampaikan bahwa korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 02.00 Wita. Tim medis langsung melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh.
"Dilakukan pemeriksaan fisik, ditemukan tidak ada denyut jantung dan pernapasan, dan dilakukan rekam jantung juga sudah flat dan dipastikan pasien kemungkinan sudah meninggal sebelum tiba di RSUD," jelas Gregorius.
Pihak rumah sakit memastikan korban telah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis di fasilitas kesehatan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari KP3 Larantuka masih melakukan pendataan dan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian. Kejadian ini menjadi perhatian serius terkait prosedur keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan, khususnya bagi para kru kapal yang melakukan aktivitas bongkar muat atau perpindahan antarkapal pada malam hari.
Belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai penyebab pasti korban terjatuh, apakah karena faktor kelalaian, kondisi cuaca, atau pencahayaan yang minim di area dermaga. Pihak berwenang diimbau untuk mengevaluasi standar keselamatan di Pelabuhan Larantuka agar insiden serupa tidak terulang.