KUPANG — Wali Kota Kupang Christian Widodo memastikan pihaknya siap berkolaborasi dengan PHRI NTT untuk menggerakkan ekonomi lokal. Salah satu yang disorot adalah menjadikan hotel dan restoran sebagai ruang promosi produk UMKM seperti kerajinan, pangan olahan, kopi, hingga teh kelor.
“Pemkot Kupang selalu siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan PHRI. Kami menerima dengan hati dan pikiran yang terbuka untuk segala masukan,” kata Christian di Kupang, Selasa.
Christian mendorong terbentuknya kemitraan langsung antara pengusaha hotel dan restoran dengan petani lokal. Pola ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan sayur, buah, dan bahan pangan lain sekaligus memperluas pasar petani.
“Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat harus berkolaborasi. Kalau tiga unsur ini berjalan bersama, ekonomi bisa bergerak,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkot Kupang tidak menganggarkan dana khusus untuk program tersebut. Namun, dukungan diberikan dalam bentuk sarana dan prasarana sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Pemkot Kupang menyambut baik rencana Musyawarah Daerah (Musda) PHRI NTT yang dijadwalkan pada 13 Agustus 2026. Christian berharap regenerasi kepengurusan mampu memperkuat peran PHRI dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI NTT Juvenile Jodjana menyebut hubungan antara PHRI dan Pemkot Kupang selama ini berjalan baik. Sejumlah persoalan, termasuk perparkiran dan perpajakan, dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi.
PHRI NTT saat ini menaungi hampir 100 hotel dan restoran di seluruh provinsi. Namun, sektor perhotelan menghadapi tantangan akibat berkurangnya kegiatan pemerintah di hotel yang berdampak pada tingkat hunian dan rencana investasi baru.
“Hubungan PHRI dengan Pemerintah Kota selama ini berjalan baik. Beberapa hal yang sempat kita diskusikan sebelumnya juga dapat diselesaikan dengan baik,” kata Juvenile.
PHRI mendorong penyelenggaraan event sepanjang 2026 yang mampu mendatangkan masyarakat dan wisatawan. Selain itu, PHRI juga mendorong pembentukan Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Kota Kupang agar koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha di tingkat kota lebih efektif.