NUSA TENGGARA TIMUR — Kabar absennya Mitchell Baker menjadi keuntungan besar bagi Nguyen Dinh Bac dalam perebutan gelar sepatu emas. Dengan kompetitor utamanya tersingkir, peluang penyerang asal Vietnam itu untuk mengunci posisi top skor pada Februari 2026 ini pun semakin terbuka lebar.
Hambatan Terbesar Tersingkir, Bac Tak Punya Saingan Berat
Sebelum turnamen dimulai, duel antara Nguyen Dinh Bac dan Mitchell Baker diprediksi menjadi persaingan sengit yang paling dinanti. Keduanya sama-sama tajam dan konsisten di lini depan, membuat papan top skor Piala AFF 2026 seolah milik berdua.
Namun, kehilangan Baker secara mendadak mengubah peta persaingan secara drastis. Kini, tak ada lagi nama segarang Baker yang bisa mengejar ketertinggalan dari Bac, yang sudah mengoleksi jumlah gol impresif sepanjang turnamen.
Fokus Penuh ke Laga Berikutnya: Menjaga Jarak Aman
Meski unggul jauh, Nguyen Dinh Bac tak bisa berpuas diri. Ia tetap membutuhkan konsistensi di sisa pertandingan untuk memastikan gelar top skor tidak lepas dari tangannya. Setiap laga berikutnya menjadi ajang pembuktian sekaligus memperlebar jarak dari pengejar di bawahnya.
Pelatih timnas Vietnam pun diyakini akan tetap memainkan Bac di lini depan untuk menjaga ritme mencetak gol sang pemain. Keputusan ini krusial, mengingat status top skor kerap menjadi motivasi tambahan bagi seorang striker untuk terus tampil tajam.
Dengan ketajaman yang sudah terbukti dan mental yang sedang panas-panasnya, Bac diyakini mampu mempertahankan posisinya. Absennya Baker jelas mengurangi satu ancaman terbesar dalam perburuan gelar individu di Piala AFF edisi kali ini.
Rekor Baru Menanti? Bac Bisa Ukir Sejarah di Piala AFF
Jika mampu terus mencetak gol, Nguyen Dinh Bac berpeluang besar mencatatkan namanya dalam buku sejarah turnamen. Ia tak hanya berpeluang menjadi top skor, tetapi juga bisa memecahkan rekor jumlah gol terbanyak dalam satu edisi Piala AFF.
Semua mata kini tertuju pada penyerang Vietnam tersebut. Dukungan penuh dari publik Vietnam pun dipastikan akan mengalir deras untuk mendorongnya tampil maksimal di laga-laga krusial mendatang.
Kehilangan Mitchell Baker memang memangkas daya saing papan atas, namun bagi Nguyen Dinh Bac, ini justru menjadi panggung emas untuk mengukuhkan dominasinya sebagai predator ulung Asia Tenggara.