KUPANG — Sebanyak 71 tim pengabdian dari Universitas Nusa Cendana (Undana) mulai disebar ke berbagai titik di Kota Kupang. Mereka membawa mandat untuk menyelesaikan persoalan pembangunan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota, mulai dari isu sosial, ekonomi, hingga lingkungan.
Anggaran sebesar Rp1,09 miliar digelontorkan untuk memastikan setiap tim memiliki daya dukung yang cukup untuk bekerja di lapangan. Ketua Panitia PKM Undana Berdampak, Prof. Dr. I Gusti Made Budiana, mengatakan seluruh tim diarahkan untuk menggali kondisi dan potensi masyarakat secara langsung sebagai dasar pelaksanaan program.
Kampus Tidak Boleh Berhenti di Ruang Akademik
Prof. Philipi de Rozari menegaskan bahwa status world-class university tidak semata-mata diukur dari peringkat global. Menurutnya, ada ukuran yang lebih konkret: sejauh mana perguruan tinggi mampu menjawab persoalan riil di sekitarnya.
"Menjadi world-class university tidak hanya diukur dari peringkat global, tetapi juga dari kemampuan perguruan tinggi memberikan solusi atas persoalan riil di daerah," ujarnya di Kupang, Senin.
Prinsip locally relevant menjadi pegangan utama. Potensi dan kebutuhan lokal dijadikan dasar pengembangan riset serta pengabdian, sehingga hasilnya berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Kupang.
Pemkot Kupang: Hasil Riset Jangan Hanya Jadi Laporan Formal
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa pembangunan kota tidak bisa berjalan sendirian tanpa keterlibatan akademisi.
"Pembangunan Kota Kupang tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah. Kami menyambut dengan tangan terbuka kehadiran para akademisi dan mahasiswa Undana. Hasil riset dan pengabdian ini kami harapkan tidak berhenti sebagai laporan formal di atas kertas, tetapi menjadi rekomendasi kebijakan dan inovasi berbasis riset untuk memajukan Kota Kupang," kata Serena.
Ia menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi diperlukan untuk menghasilkan pendekatan pembangunan yang lebih berbasis data dan penelitian. Dengan begitu, kebijakan yang diambil pemerintah dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih tepat sasaran.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan
Keberadaan 71 tim PKM ini diharapkan memperkuat peran Undana sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Kolaborasi ini dirancang untuk merancang pembangunan berbasis pengetahuan dan kebutuhan masyarakat secara langsung.
"Kegiatan PKM ini merupakan implikasi nyata sivitas akademika Undana dalam mewujudkan cita-cita pembangunan daerah. Seluruh pimpinan hingga mahasiswa sangat antusias untuk berkolaborasi dan membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Kupang guna memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujar Prof. Budiana.
Program ini menjadi bukti bahwa riset kampus tidak boleh berhenti di lingkungan akademik. Undana memilih untuk terjun langsung, memastikan setiap temuan penelitian dapat diterjemahkan menjadi solusi yang bisa dirasakan langsung oleh warga Kota Kupang.