Pencarian

Pemkot Kupang Gelar Festival Budaya di 51 Kelurahan, Wali Kota: Keberagaman adalah Jiwa Kota

Senin, 10 Agustus 2026 • 18:29:31 WIB
Pemkot Kupang Gelar Festival Budaya di 51 Kelurahan, Wali Kota: Keberagaman adalah Jiwa Kota
Warga memadati pembukaan Festival Budaya di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kupang, Senin.

KUPANG — Ratusan warga tumpah ruah mengikuti pembukaan festival budaya di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Senin. Event yang digagas Pemkot Kupang ini akan menjangkau seluruh kelurahan secara bergilir dengan dukungan anggaran penuh dari pemerintah kota setiap tahunnya.

Wali Kota Kupang Christian Widodo saat membuka acara menegaskan bahwa festival budaya adalah wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga identitas kota. Ia menyebut keberagaman yang dimiliki Kupang harus dirawat bersama.

"Kita bukan sekadar merayakan sebuah festival, tetapi kita merayakan identitas dan jiwa Kota Kupang, yaitu keberagaman dan kolaborasi," katanya di hadapan warga.

Harmoni Berbeda-Beda, Bukan Seragam

Christian menekankan bahwa kekuatan sebuah kota tidak terletak pada keseragaman, melainkan pada kemampuan menyatukan perbedaan secara proporsional. Pesan ini ia sampaikan di tengah masyarakat multi etnis yang menjadi ciri khas ibu kota Provinsi NTT tersebut.

"Harmoni itu bukan sama atau seragam, tetapi seimbang. Kita berbeda-beda, tetapi ketika disatukan dengan proporsi yang tepat akan menjadi harmoni yang indah," ujarnya.

Ia menambahkan, keberagaman justru harus menjadi jembatan yang memperkuat kehidupan sosial, bukan penghalang yang memisahkan warga.

Kelurahan Bebas Tentukan Tema Budaya

Pemkot Kupang memberikan keleluasaan penuh kepada setiap kelurahan untuk menentukan tema budaya yang akan ditampilkan. Tidak ada intervensi dari pemerintah, sehingga masing-masing kelurahan bisa menampilkan pakaian adat, tarian, hingga kuliner khas sesuai identitas budayanya.

Setiap festival berlangsung selama tiga hari. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi penggerak ekonomi warga melalui keterlibatan pelaku UMKM setempat.

"Salah satu komitmen kita adalah dengan mengadakan festival budaya di 51 kelurahan. Kita keliling, ada anggarannya yang kita siapkan, dan itu tiap tahun," kata Christian.

Anggaran Terbatas, Kelurahan Didorong Kolaborasi

Meski anggaran telah disiapkan setiap tahun, Pemkot Kupang mengakui jumlahnya belum mencukupi seluruh kebutuhan penyelenggaraan. Karena itu, setiap kelurahan didorong untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak demi kelancaran acara.

Di luar agenda kebudayaan, wali kota juga menyampaikan sejumlah program prioritas lainnya. Pembenahan kantor lurah sebagai ujung tombak pelayanan publik terus dilanjutkan agar representatif dan ramah disabilitas.

Pembangunan jalan lingkungan juga tetap berjalan meski dalam kondisi efisiensi anggaran. Perbaikan ruas jalan di kawasan GOR dan Jalan Taebenu disebut menjadi salah satu prioritas yang dikerjakan secara bertahap.

Follow www.kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks